Akpertiwi's Beauty Blog
Powered by Blogger.
  • Home
  • Categories
    • Beauty
      • Make Up
      • Skincare
      • Body Care
      • Hair Care
      • Tutorial & Looks
    • Lifestyle
    • Health
  • Media Kit
  • Contact
  • Bereal


Bisa dibilang, tahun 2019 ini salah satu brand lokal yang cukup gencar mengeluarkan produk baru adalah Fanbo Cosmetics. Salah satu koleksi terbaru dari Fanbo untuk lip products tahun ini adalah Fanbo Choco Rush Lip Cream, yang terdiri dari 5 shade bernuansa kecoklatan dengan tema warna Autumn Color Base.
Disebut Autumn Color Base karena warnanya seperti daun di musim gugur. Jika diperhatikan warna-warnanya semua warm dan cocok untuk berbagai skintone.



Fanbo Choco Rush Lip Cream ini juga sempat menjadi buah bibir di beberapa hari pertama Fanbo mengeluarkan teaser-nya di Instagram. Design produk ini yang cute sukses membuat para beauty enthusiast penasaran, apalagi warna-warnanya karena warna kecoklatan seperti ini sedang trend.
Sebagai chocolate addict, aku pun penasaran dengan lip cream ini. Apakah sebagus lip cream bertema coklat dari brand sebelah? Yuk langsung kita review aja Fanbo Choco Rush Lip Cream-nya!

Review Fanbo Choco Rush Lip Cream


Produk ini nggak ada boxnya, hanya disegel menggunakan plastik. Nah, di plastik ini tercantum ingredient listnya, sehingga setelah segel plastiknya dibuka, di packagingnya ini nggak ada tulisan apa-apa lagi seputar product information. Berikut aku tulis ulang ingredientsnya ya.


Ingredients - Isododecane, Ozokerite, Boron Nitride, Silica, Cyclopentasiloxane, Beeswax, Diisostearyl Malate, Trimethylsiloxysilicate, Octyldodecyl Oleate, Dimethicone, VP/Hexadecene Copolymer, Phenoxyethanol, Disteardimonium Hectorite, Triethylhexanoin, Tocopheryl Acetate, Dimethicone Crosspolymer, Methylparaben, Propylene Carbonate, BHT, Glyceryl Isostearate, Polyglyceryl-2 Oleate, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Propylparaben, Sorbitan Stearate, Cyclotetrasiloxane, Dimethiconol, Tocopherol.

Tube lipstik dari Fanbo Choco Rush Lip Cream ini berbentuk persegi panjang, bagian bawahnya bening sehingga kita bisa melihat warna lip creamnya dan tutupnya terbuat dari plastik berwarna pink dengan logo Choco Rush Lip Cream. Menurut aku plastiknya ini kokoh banget dan cukup tebal. Enak deh dipegangnya. Produk ini dibuka dengan cara diputar dan tutupnya juga rapet sehingga bisa meminimalisir kebocoran produk.




Pada bagian belakang tubenya tercetak expiration date dan juga nomer registrasi Badan POM. Sedangkan nomor dan nama shade tercantum pada stiker yang ada di bagian dasar tube.



Aplikatornya berupa tipe flat-doe foot yang fleksibel sehingga memudahkan kita untuk memulas lip cream di bibir. Menurut aku tipe aplikator seperti ini oke dibandingkan doe-foot konvensional yang terkadang susah jika digunakan untuk menjangkau sudut bibir dan membentuk bagian atas bibir.
Jadi kita bisa menggunakan ujungnya untuk garis-garis pinggir bibir dan bagian yang pipih untuk mengisi bagian dalam bibir.

Berikut adalah hand swatches dan swatch di bibir untuk semua shade dari Fanbo Choco Rush Lip Cream,




01. It's Amberday

Warna pertama dari Fanbo Choco Rush Lip Cream ini cenderung lebih kecoklatan dengan sedikit hint merah, jika dideskripsikan warnanya mirip dengan warna bronze dengan finishing soft matte.



02. Rouge in Minute

Warna kedua ini cenderung lebih pink, yaitu pinkish beige. Di warna ini hint coklatnya tidak terlalu banyak. Shade Rouge in Minute ini termasuk warna MLBB dan cocok untuk penggunaan daily dan hampir semua skintone. Aku yakin warna ini bakal jadi favorit & best seller.



03. Honey Month

Warna selanjutnya cenderung lebih orange. Shade Honey Month ini membuat tampilan wajah lebih segar dan cocok dipadukan dengan blush on bernuansa peach atau orange.


04. Scarlet Week

Warna keempat ini adalah reddish brown yang tidak terlalu bold. Jika dipakai di bibir warnanya mirip dengan shade 02 tapi lebih gelap sedikit.


05. During Sepia Hours

Ini adalah warna paling gelap dan bold di seluruh rangkaian shade Fanbo Choco Rush Lip Cream. Jika dideskripsikan warnanya adalah warna burgundy yang warm.

Fanbo mengklaim bahwa Choco Rush Lip Cream ini memiliki tekstur lembut dan tahan hingga lebih dari 8 jam. Selain itu produk ini juga dilengkapi dengan kandungan vitamin E untuk menjaga bibir tetap ternutrisi dan tidak membuat bibir hitam jika dipakai dalam jangka waktu lama.

Bagaimana rasanya menggunakan Fanbo Choco Rush Lip Cream?

Pertama, aku expect wanginya akan seperti wangi coklat. Tapi ternyata wanginya bener-bener kentel wangi kimia. Jujur aku kurang suka wanginya :(
Mungkin karena produk ini nggak mengandung fragrance juga kali ya. Menurut aku bakal lebih bagus sih kalo Fanbo menambahkan sedikit fragrance ala-ala coklat di produk ini supaya sesuai dengan konsepnya.

Lalu saat aku mencoba mengaplikasikan di bibir, aku bisa memulas warnanya dengan lancar dan smooth. Tesktur dari produk ini sesuai dengan klaimnya yaitu lembut dan cukup ringan. Spreadable, mudah di-blend dan juga mudah diaplikasikan di bibir.
Aplikatornya bisa meratakan produk dengan baik. So far, aku suka teksturnya.
Selain itu Choco Rush Lip Cream ini juga nggak membutuhkan waktu yang lama untuk kering dan set dengan baik di bibir. Finishing lip cream ini juga tidak dead matte banget melainkan soft matte. Lalu nggak ada sensasi bibir ketarik karena lip creamnya kering, Choco Rush Lip Cream ini termasuk ringan dan nggak 'mencengkram' bibir.
Jika diperhatikan, garis-garis bibir terlihat jelas ketika menggunakan produk ini. Tapi menurut aku nggak patchy-patchy banget sih, masih tergolong ringan dan nyaman di bibir.

Baca Juga: Review Fanbo Fantastic Matte Lipstick

Soal ketahanan, aku nggak bisa bicara banyak karena menurut aku Choco Rush Lip Cream ini nggak transferproof. Lip cream ini transfer kemana-mana dan pasti bakal nempel di gelas atau sendok jika digunakan untuk makan dan minum.
Bisa dibilang juga nggak sesuai dengan klaimnya, paling sekitar 4 jam juga sudah pudar warnanya dan harus direapply.

Overall, Fanbo Choco Rush Lip Cream ini cukup nyaman dipakai, tapi nggak untuk dipakai yang seharian banget karena pastinya perlu touch up setiap beberapa jam sekali. Warna-warnanya bisa masuk ke hampir semua skintone dan sesuai dengan trend terkini. Selain itu design dan konsepnya oke! Harganya juga terjangkau dan bisa kamu temukan di toko kosmetik yang menjual produk Fanbo.

Get to know more about Fanbo Cosmetics
Website
Instagram
Facebook Fanpage
Twitter
Youtube Channel

Score: 7/10
Where to Buy? Any cosmetics store with Fanbo Counter, Fanbo Official Shopee
Price: IDR 51.000





This is a sponsored post. Fanbo send me the products but i don't obligated to write a review and what i wrote is my honest review based on my personal experience

Instagram | Facebook | Twitter



Salah satu brand sampo lokal yang tetap eksis dari jaman dulu adalah Natur. Siapa yang nggak kenal sama Natur? Salah satu brand yang ada di bawah PT Gondowangi ini punya ciri khas yaitu botol shampoonya yang mirip dengan kendi dan mengandung bahan-bahan alami untuk merawat kesehatan rambut. Aku sendiri juga menggunakan produk-produk dari Natur sebagai bagian dari hair treatment aku yang selengkapnya bisa dibaca di postingan berikut Hair Treatment dari Natur.



Kali ini aku mau review salah satu varian shampoo dan hair mask dari Natur, yaitu Natur Shampoo Ginseng Extract dan Natur Hair Strength Treatment With Ginseng Extract.
Salah satu permasalahan utama rambut aku adalah kerontokan dan kerapuhan, karena beberapa tahun yang lalu sempat diwarnai tapi nggak dibarengi dengan perawatan yang baik. Nah, untuk kamu yang mau mewarnai rambut, jangan lupa untuk memberikan perawatan extra untuk rambut seperti menggunakan hair mask, hair oil, dan juga hair tonic supaya rambutnya tetap sehat ya!
Ginseng dipercaya dapat mencegah dan mengatasi rambut rontok. Memiliki beberapa kandungan zat aktif seperti saponins, ginsenosides, panaxdioles, dan panaxtrioles, ginseng dapat memberikan manfaat deep conditioning dan menstimulasi peredaran darah pada kulit kepala.
Natur Shampoo & Hair Mask with Ginseng Extract membantu merawat kekuatan akar rambut sehingga mencegah rontoknya rambut secara berlebihan. Yuk langsung simak aja reviewnya ya!

Review Natur Shampoo Ginseng Extract

 
 

Mulai dari packaging, untuk shampoo seperti yang sudah kita ketahui punya botol dengan desain yang khas yaitu menyerupai kendi dengan warna hitam. Pada bagian depannya tertera keterangan mengenai varian shampoo dan juga klaimnya. Sedangkan pada bagian belakangnya kita bisa membaca product knowledge, komposisi/ingredient list, dan juga cara pemakaian. Oh iya, untuk produk shampoo ini ada boxnya yah. Di boxnya juga tertera informasi yang sama dengan yang bisa kita temukan di botolnya.

Ingredients - Vitex Infolia Fruit Extract, Moringa Oleifera Leaf Extract, Sodium Laureth Sulfate, Swertia Japonica Extract, Morus Alba Extract, Water, Cocamidopropyl Betaine, Thuja Orientalis Extract, Eclipta Prostrata Extract, Cocamide DEA, Lauryl Glucoside, Propylene Glycol, Angelica Dahurica Extract, Crategus Oxyacantha Extract, Cyclotetrasiloxane, PEG 200 Hydrogenated Glyceryl Palmate, Phenoxyethanol, Fragrance, Panthenol, PEG-7 Glyceryl Cocoate, Olive Oil PEG-7 Esters, Guar Hydroxypropyltrimonium Chloride, Panax Ginseng Extract, Cyclopentasiloxane, Imidazolidinyl Urea, Methylparaben, Sodium Chloride, Dimethiconol, Allantoin, Citric Acid, Glutamic Acid, Lysine HCl, Propylparaben, Sodium Benzoate, TEA-Dodecylbenzenesulfonate, Potassium Sorbate.

Natur Shampoo Ginseng Extract ini masih mengandung SLS, Fragrance, dan juga Paraben. Selain itu tidak hanya mengandung ekstrak ginseng, produk ini juga mengandung beberapa ekstrak tanaman lainnya yang juga baik untuk kesehatan rambut.



Produk ini botolnya adalah tipe flip top. Pastikan selalu menutup botol dengan rapat setelah selesai digunakan guna menghindari air masuk ke dalam botol.
Nah, biasanya kita kenal Natur adalah produk sampo dengan bau jamu yang ala-ala tradisional gitu. Beberapa orang sih biasanya kurang suka dengan wangi jadul seperti ini, namun Natur sekarang sudah mengalami reformulasi sehingga wangi produknya pun sudah berubah menjadi lebih floral mix herbal, dan wanginya pun lebih nyaman di hidung daripada wangi produk lamanya.
Sampo Natur juga dikenal tidak terlalu banyak mengeluarkan busa saat diaplikasikan, tapi pastikan juga kamu membilas seluruh sisa sampo dan tidak meninggalkan sisa-sisa di kulit kepala karena bisa mengakibatkan ketombe.
Tekstur dari Natur Shampoo Ginseng Extract ini tidak terlalu kental tapi tidak terlalu encer juga. Produk ini juga tidak mengandung artificial colorant, warnanya cokelat keruh seperti air rendaman jamu-jamuan

Menurut aku, penggunaan Natur Shampoo Ginseng Extract ini harus diikuti dengan conditioner lagi setelahnya karena apabila hanya sampo saja, rambut akan terasa kering dan kurang halus.

Review Natur Hair Mask Hair Strength Treatment With Ginseng Extract

 

Hair Mask dari Natur ini tersedia dalam packaging sachet untuk satu kali pemakaian. Pada bagian belakang tercantum product information seperti product knowledge, ingredients, dan cara pemakaian. Hair Mask ini mengandung Ginseng Extract yang membantu merawat kekuatan rambut sehingga rambut tampak lebih kuat, halus, lembut, lembab, serta mudah diatur.

Ingredients - Water, Cetearyl Alcohol, Lauryl Glucoside, Behentrimonium Chloride, Propylene Glycol, Vitex Trifolia Fruit Extract, Cyclopentasiloxane, Olive (Olea Europaea) Oil, Moringa Oleifera Leaf Extract, Fragrance, Cetrimonium Chloride, Swertia Japonica Extract, Moris Alba Extract, Lanolin, Panthenol, Phenoxyethanol, Imidazolidinyl Urea, Dimethiconol, Thuja Orientalis Extract, Eclipta Prostrata Extract, Guar Hydroxypropyltrimonium Chloride, Glyceryl Stearate, Panax Ginseng Extract, Aloe Barbadensis Extract, Angelica Daburica Extract, Glutamic Acid, Lysine HCl, Phenyl Trimethicone, Methylparaben, Crataegus Oxyacantha Extract, Ceteareth-20, Ceteareth-12, Cetyl Palmitate, Potassium Sorbate, Propylparaben, Sodium Benzoate.

Tekstur dari produk ini kental seperti hair mask pada umumnya, berwarna putih susu, dan wangi ginsengnya lebih kuat dari produk samponya.

Cara pemakaian Natur Hair Mask Hair Strength Treatment With Ginseng Extract ini juga sangat mudah, cukup aplikasikan di rambut yang sudah dibersihkan sebelumnya dengan menggunakan sampo lalu diamkan 1-2 menit kemudian bilas hingga bersih. Menurut petunjuk pemakaiannya, gunakan produk ini satu kali dalam seminggu atau sesuai dengan kebutuhan rambut.

Bagaimana hasil penggunaan Natur Shampoo Ginseng Extract & Natur Hair Mask Hair Strength Treatment With Ginseng Extract?



Nah, aku menggunakan Natur Hair Mask Hair Strength Treatment With Ginseng Extract sebagai ganti conditioner, jadi setelah selesai keramas dengan menggunakan Natur Shampoo Ginseng Extract, aku mengaplikasikan hair masknya mulai dari kulit kepala hingga ujung helai rambut. Setelah itu dibilas hingga bersih dan rambut pun langsung terasa lembut seperti menggunakan conditioner. Mungkin kalau rambut kamu butuh perawatan ekstra, kamu bisa menggunakan hair mask dari Natur ini sebagai ganti conditioner karena menurut aku hair mask ini lebih 'terkonsentrasi' kandungannya dibandingkan dengan conditioner dan lebih efektif untuk rambut dengan masalah hair loss yang berat. Setelahnya bisa disusul dengan menggunakan hair tonic dan hair oil.

Tapi untuk rambut aku yang kerontokannya sudah nggak parah-parah amat, kombinasi Natur Shampoo Ginseng Extract & Natur Hair Mask Hair Strength Treatment With Ginseng Extract ini cukup sekali untuk mengatasi kerontokan. Rambut pun rasanya lebih ringan dan halus. Kalau ingin lebih lengkap lagi, bisa menggunakan conditioner dari Natur seri Ginseng Extract ini baru perawatan mingguannya menggunakan Natur Hair Mask.
Untuk kamu yang punya masalah kerontokan rambut, seri Ginseng Extract dari Natur ini bisa sekali jadi pilihan. Selain performanya tidak mengecewakan, harganya juga terjangkau dan produk Natur bisa didapatkan dengan mudah, contohnya di minimarket atau supermarket pasti tersedia lengkap.

Get to know more about Natur Hair Care
Website
Instagram
Facebook Fanpage

Score: 9/10
Where to buy? Minimarket, Supermarket, Natur Official Shopee
Price:
Shampoo - IDR 28.000
Hair Mask - IDR 10.000




This is a sponsored post.  Natur sends me the product to test and review and what i wrote is my honest review based on my personal experience

Instagram | Facebook | Twitter





Bagi para skincare enthusiast pastinya sudah nggak asing lagi dong dengan yang namanya Spirulina? Yup, Spirulina adalah jenis tumbuhan mikro ganggang laut yang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Spirulina sendiri juga masuk ke dalam kategori superfood, lho! Tidak hanya untuk dikonsumsi, Spirulina juga mengandung berbagai vitamin yang bermanfaat untuk merawat kulit wajah, seperti vitamin E atau tocopherol yang berfungsi sebagai anti-aging. Selain itu, Spirulina juga dapat menyegarkan kulit, detoksifikasi, mengatasi jerawat, dan mencerahkan wajah.



Beberapa waktu yang lalu aku dikirimkan satu paket Monthly Beauty Package, yaitu skincare berbahan dasar Spirulina dari CV Amorina Kirana Adiwarna. Di sini produknya ada Spirulina Face Scrub, Spirulina Facial Mask, Spirulina & Tea Tree Face Oil, dan Spirulina Lip Balm. Thank you Amorina!
Amorina memproduksi beauty products berbahan dasar ganggang hijau-biru Spirulina, produk-produknya pun diinkubasi oleh Universitas Padjajaran dan Kemenristekdikti. Nah, nggak seperti produk Spirulina lain yang beredar di pasaran, produk dari Amorina menggunakan Spirulina yang diproduksi sendiri secara ecofriendly. Spirulina yang diproduksi oleh Amorina menggunakan bibit unggul dengan kandungan pigmen antioksidan yang lebih tinggi sehingga nilai nutrisi dari produk yang dihasilkan pun lebih tinggi.
Kebetulan aku sendiri juga belum pernah mencoba skincare berbahan Spirulina, bahkan masker Spirulina yang hits di Instagram itu aku belum pernah coba sih, so lets try those babies first!

Amorina Natural Miracle Spirulina Lip Balm


 

Produk pertama yang aku coba adalah Natural Miracle Lip Balm. Packagingnya mirip dengan produk-produk lip balm DIY yang biasa ada di pasaran.

Ingredients: Cacao Butter, Sweet Almond Oil, Shea Butter, Avocado Oil, Beeswax, Spirulina Powder, Lemon and Peppermint Essential Oil.



Bisa dilihat di foto berikut bahwa warna dari lip balm ini cenderung hijau kekuningan dengan bulir-bulir hijau Spirulina di dalamnya. Tipe lip balm begini biasanya cepat lumer, tapi menurut aku lip balm dari Amorina ini cukup kokoh. Kamu juga bisa menyimpan lip balm dari Amorina ini di dalam kulkas sehingga tidak mudah lumer.



Saat pemakaian, terasa sekali peppermint oilnya sehingga memberikan sensasi seperti sedang makan permen mint. Menurut aku juga lip balm ini tidak terlalu berminyak dan lengket di bibir. Untuk bibir yang kering dan pecah-pecah, sebaiknya menggunakan lip balm ini sebelum tidur setiap harinya untuk melembabkan bibir. Bisa juga dipakai sebelum menggunakan lipstick matte supaya bibir tidak kering.
Amorina Natural Miracle Lip Balm bisa kalian dapatkan dengan harga Rp50.000, dan sedang ada promo harga Rp25.000 saja di Shopee Amorina, lho.

Amorina Spirulina Facial Scrub


 

Produk selanjutnya yang aku gunakan adalah Spirulina Facial Scrub yang memiliki netto 15ml. Kemasannya berupa jar kaca kecil mungil berwarna hijau botol. Menurut informasi yang aku dapatkan dari media sosial Amorina, produk ini bisa diugnakan untuk eksfoliasi atau pengangkatan sel kulit mati setiap 2 kali seminggu.



Produk ini menurut aku teskturnya agak menggumpal dan kamu bisa mencampurnya dengan air atau minyak zaitun sebelum mengaplikasikannya langsung ke wajah. Amorina Facial Scrub juga diperkaya dengan Palm Sugar, Cinnamon, Himalayan Salt, dan Botanical Oils (Grape Fruit & Spearmint).
Produk ini memberikan gentle exfoliating pada kulit dan tidak membuat kulit sakit saat digosok-gosok. Wangi dari produk ini mirip dengan bau rumput laut, jika kamu kurang menyukai wanginya bisa dicampur dengan essential oil yang wanginya kamu suka, ya.



Overall, scrubbing wajah menggunakan Amorina Spirulina Facial Scrub ini nyaman. Butiran scrubnya halus banget dan nggak bikin sakit. Produk ini dijual seharga Rp 35.000 di Shopee Amorina dan tersedia juga sendok kayu mini untuk mengaplikasikannya seperti yang aku gunakan pada foto di atas.

Amorina Spirulina Facial Mask


 

Tersedia dalam packaging reusable with zipper, Amorina Spirulina Facial Mask ini berukuran kecil dengan netto 10gr. Produk ini terbuat dari 100% serbuk spirulina yang berkhasiat untuk mencerahkan wajah, menghilangkan bekas jerawat, dan mengecilkan pori-pori wajah.
Cara penggunaannya cukup campurkan satu sendok takar dengan 2 sendok takar air/perasan jeruk lemon/aloe vera gel, kemudian oleskan pada wajah yang telah dibersihkan. Tunggu 5 menit untuk kulit kering dan 10 menit untuk kulit berminyak. Setelah kering bilas dengan air dingin.
Cuma aku bingung sih disini sendok takarnya pakai apa, jadi aku campur sekiranya teksturnya udah oke (nggak terlalu kentel dan nggak terlalu encer) aja deh.



Rasanya memakai masker spirulina sama saja dengan memakai masker bubuk pada umumnya, tapi aku tunggu selama 15 menitan karena kalau 10 menit belum kering banget. Jadi setelah kering banget baru aku bilas. Wanginya sama dengan facial masknya yaitu wangi rumput laut. Oh iya, jadi urutan pemakaian produknya kalian bisa gunakan terlebih dahulu facial scrubnya baru pakai facial masknya ya.
Harga Amorina Spirulina Facial Mask hanya Rp25.000 saja dan menurut aku sih worth it karena cukup sedikit aja serbuknya bisa untuk seluruh muka.

Amorina Spirulina & Tea Tree Face Oil



Ternyata Spirulina juga bisa dijadikan face oil nih, jadi produk Amorina Spirulina & Tea Tree Face Oil ini terbuat dari tiga macam carrier oils yaitu Rice Bran Oil, Avocado Oil, dan Sweet Almond Oil serta tiga macam essential oil yaitu Tea Tree Oil, Geranium Oil, dan Lemon Oil. Spirulinanya berupa bubuk yang dicampurkan ke dalam minyaknya.



Aku menggunakan Spirulina Face Oil ini setelah maskeran menggunakan Spirulina Facial Mask agar kulit tetap lembab dan tetap kering. Selain bisa digunakan untuk moisturize seluruh wajah, bisa juga sebagai spot treatment di bagian jerawat.
Nah, wangi tea tree oil di produk ini cukup kuat dan untuk kamu yang belum biasa menggunakan face oil mungkin bakal kurang nyaman karena kayak mengoleskan minyak kayu putih di wajah. Produk ini juga sepertinya bakal lebih cocok untuk pemilik kulit oily & acne prone.
Harga Spirulina Face Oil ini terjangkau banget, hanya Rp50.000 untuk netto 10ml.

Overall, produk-produk dari Amorina ini unik karena menggunakan Spirulina sebagai bahan utamanya. Selain itu juga semuanya tidak mengandung preservatives, artificial fragrance, dan artificial coloring. Namun hampir semua produknya menggunakan essential oil sehingga harus diperhatikan juga untuk pemilik kulit sensitif yang tidak bisa sembarangan menggunakan essential oil.
Harga-harga produknya juga terjangkau dan semuanya bisa kalian dapatkan di Shopee atau Tokopedia Amorina. Untuk satu paket Monthly Beauty Package (isi mask, scrub, dan face oil) harganya Rp100.000 saja.

Get to know more about Amorina
Instagram
Twitter
Facebook
Official Line
Whatsapp
Shopee
Tokopedia




This is a sponsored post.  Amorina sends me the product to test and review and what i wrote is my honest review based on my personal experience

Instagram | Facebook | Twitter



Kerasa nggak sih jaman sekarang tuh kita dituntut serba cepat? Kerasa nggak kalau 24 jam sehari tuh sekarang rasanya kurang banget untuk melakukan semua aktivitas yang ada di to-do-list kita?
Kalau aku sih ngerasa banget ya, soalnya rasanya beda sama jaman dulu dimana kalau harus disuruh nunggu 1 jam aja rasanya lama banget, padahal sekarang 1 jam rasanya kaya cepeet banget nggak kerasa.

Oh iya, aku mau cerita pengalaman aku treatment 'express' di Dermies Clinic Festival Citylink nih! Ada yang udah pernah ke sana?
Klinik ini lokasinya persis di dalam mall Festival Citylink. lantai GF.




Dermies memang termasuk baru di Bandung tapi iklannya ada di mana-mana lho, malah bannernya sampe ke Nangor segala! Yang bikin menarik tuh dilihat dari iklan, sosmed, dan interior serta eksterior tempatnya aja udah jelas banget branding dan target mereka, klinik kecantikan untuk anak muda. Millenials banget deh pokoknya.
Yah, aku kan masih remaja akhir ya jadi masih cocok lah ya ke Dermies :p


Sebelumnya aku mau cerita dulu tentang konsep dari Dermies. Di sini ada tiga tahap yaitu Purify, Revitalize, Protect.
Purify disini mengacu kepada produk pembersih kulit yang tidak hanya membersihkan kulit tetapi juga memicu regenerasi dan mempersiapkan kulit agar produk yang digunakan dapat bekerja lebih maksimal pada kulit. Lalu Revitalize adalah produk yang akan kita dapatkan setelah sebelumnya kulit kita dianalisa di klinik dan gunakan untuk mengatasi serta mencegah masalah kulit yang dipakai sehari-hari sebagai perawatan di rumah, kemudian terakhir Protect yaitu produk proteksi (sun protection) yang akan menyempurnakan rangkaian produk Revitalize yang kita gunakan sebelumnya.




Karena aku baru pertama kali datang ke Dermies, aku mesti isi data dulu untuk rekam medisnya. Nggak banyak sih cuma masukkin biodata seperti nama, tanggal lahir, nomer KTP, dan lain-lainnya. Nah, isi data ini sendiri menggunakan komputer yang ada di bagian depan. Tenang aja, bakal ada staff frontliner dari Dermies yang bakal bantuin kita untuk isi data kok, jadi nggak perlu takut salah. Aku juga diminta untuk memasukkan riwayat-riwayat kesehatan seperti alergi obat, masalah kulit, dan sebagainya. Disini aku juga bilang kalau aku sedang hamil jadi nanti treatmentnya bakal menyesuaikan dengan kondisi aku.
Di Dermies, kita nggak bisa milih mau treatment apa, tapi bakal dipilihin tergantung dengan kebutuhan kulit kita. Misalnya nih, kita nggak bisa ujug-ujug dateng dan minta laser buat jerawat gitu. Soalnya nanti kita bakal diperiksa lagi oleh dokter spesialis kulit dan dilihat lagi treatment apa yang kita butuhkan. Oleh karena itu aku nggak nemuin pricelist yang pasti sih di bagian depan dan di sosmed mereka (CMIIW).



Setelah selesai isi data, oleh staffnya kita diberikan  nomer antrian, cleansing wipes dan juga headband untuk dipakai. Jadi nanti saat masuk ruang treatment, kulit wajah kita udah bersih dan bisa langsung mulai untuk treatment. Kita juga bisa memutuskan sendiri mau hapus alis atau ngga :p Menurut aku ini efisien dan menghemat waktu banget. Cleansing wipesnya sendiri 11-12 lah sama tisu basah, nggak tercium bau alkoholnya juga jadi nyaman dan aman untuk digunakan membersihkan kulit wajah.


Wajah sudah bersih dari make-up, lalu kita dipersilahkan untuk masuk ke ruangan kecil semacam photobooth gitu untuk difoto. Disini juga bisa self service, caranya dengan scan barcode yang ada di nomer antrian yang kita dapat di bagian depan tadi dan kamera bakal otomatis nyala.
Nantinya kondisi wajah kita ini akan otomatis direcord untuk rekam medis kita.


Kalau sudah selesai difoto, kita tinggal nunggu dipanggil masuk ke ruang treatment. Di ruang tunggu yang nggak terlalu besar ini ada monitor juga yang memperlihatkan nomer antrian dan juga statusnya. Pertama aku pikir ruang treatmentnya tuh cuma satu dua aja, tapi ternyata banyak juga lho. Jadi sistemnya bukan ruangan gitu tapi per bed yang dipisahkan dengan tirai. Bed yang disediakan juga cukup banyak jadi kita nggak perlu ngantri lama-lama.

Treatment di Dermies Festival Citylink



Setelah menempati bed yang disediakan, kita akan dikunjungi oleh dokter spesialis kulit yang akan melihat permasalahan kulit kita dan merekomendasikan treatment tertentu. Nah, pada awal saat memasukkan data diri, aku mengisi permasalahan kulit aku yaitu kering, komedo, dan spider veins.
Saat pemeriksaan oleh dokter, ternyata kulit aku sedang dalam kondisi normal, tidak terlalu kering dan juga tidak terlalu berminyak, hanya saja kulit aku sedikit berminyak di daerah T, sedikit bruntusan di bagian pipi, dan warna kulit tidak merata di bagian T serta kusam.
Karena aku sedang hamil jadi dokter merekomendasikan treatment yang aman untuk ibu hamil yaitu Infrared Photo Purifying. Sebelum melakukan treatment aku juga menandatangani form consent yang menyatakan bahwa aku setuju dengan tindakan medis yang akan dilakukan selanjutnya.


Infrared Photo Purifying termasuk ke dalam Bright & Glow Program yang menggunakan sinar infrared untuk mengatasi permasalahan warna kulit yang tidak merata dan juga mencerahkan wajah kusam. Oh iya, treatment ini juga berlangsung sebentar saja yaitu hanya 13 menit. Cepet banget kan?
Saat treatment juga aku nggak merasakan apa-apa cuma rasa hangat saja di kulit. Nggak ada tingling sensation atau reaksi apa-apa dari kulit aku selama dan sesudah treatment. Nah, setelah mesinnya dimatikan kulit wajah kemudian diberikan sun protection. Setelah sun protectionnya meresap baru deh bisa langsung make up lagi dan menjalani aktifitas seperti biasa. Nggak ada tuh kulit merah-merah kayak abis treatment mencerahkan wajah di klinik kecantikan biasa. Malah aku nggak ngerasain kayak habis treatment, rasanya biasa aja.




Selesai treatment, aku langsung ke bagian farmasi untuk mengambil produk yang sudah diresepkan khusus untuk dokter kulit. Produk yang aku dapatkan nggak terlalu banyak, hanya 4 produk saja, yaitu 3 produk OTC (over the counter/dapat dibeli tanpa resep dokter) dan 1 produk racikan untuk tahap Revitalizenya. Urutan pemakaian dan penjelasan produknya bisa dilihat pada infografis di bawah ya!


Seri produk OTC dari Dermies sendiri ada 3 yaitu Hello Glow Series, Comfort You Series, dan Clear Me Series.
Hello Glow Series dikhususkan untuk mencegah dan mengatasi gangguan kulit seperti kusam, kering, dan pigmentasi ringan. Ini cocok untuk mengatasi masalah kulit aku sama seperti yang sudah dijelaskan oleh dokter kulit sebelumnya dan termasuk skin care untuk mencerahkan wajah.
Comfort You Series diformulasikan khusus untuk merawat dan melindungi kulit yang cenderung sensitif dan Clear Me Series mencegah dan mengatasi jerawat serta melindungi kulit dari faktor pemicunya.
Untuk produk facial wash, sun protection, dan luminous fair cream ada ingredients tertulis di bagian belakang kemasannya, tapi untuk produk yang racikan tidak ada.
Meskipun ini pertama kalinya aku menggunakan krim racikan dokter, aku cukup nyaman menggunakannya karena meskipun teksturnya rich, krim Revitalize dari Dermies ini mudah menyerap dan tidak meninggalkan rasa lengket yang berlebihan. Sun Protectionnya juga tidak membuat wajah berminyak tapi tetap fresh!

Oh iya, kalian juga bisa konsultasi via Whatsapp ke Dermies untuk mendiskusikan progress kulit kalian selama memakai produk-produknya di rumah. Ini after sales service yang menurut aku oke sih karena nggak semua klinik seperti ini.

Harga Treatment di Dermies Festival Citylink



Nah, untuk kalian yang penasaran berapa sih harga treatment di Dermies Festival Citylink, aku sertakan juga rincian harganya ya. Menurut aku cukup terjangkau karena hanya sekitar Rp300.000 saja kalian sudah bisa mendapatkan sesi konsultasi dengan dokter, treatment, dan juga produk. Harga ini bervariasi ya tergantung treatment dan produk yang kalian dapatkan. Tapi jangan khawatir karena di Dermies sendiri juga banyak promo dan kalian bisa menggunakan Kartu Pelajar atau KTM untuk mendapatkan promo-promo menarik dari Dermies. So, jangan lupa follow media sosial Dermies untuk mengetahui promo yang sedang berlangsung ya. Linknya bakal aku taruh di akhir artikel ini.

Bagaimana hasil penggunaan dari produk Dermies?

Kebetulan aku sendiri belum pernah menggunakan produk racikan dari dokter kulit sebelumnya karena aku merasa menggunakan produk OTC saja sudah cukup.
Aku menggunakan serangkaian produk dari Dermies selama satu minggu dan merasakan sedikit perubahan yang lebih baik di kulit aku yaitu kulit jadi lebih kenyal, lembut, dan bruntusan akibat kering mulai hilang. Padahal step-step skincarenya termasuk simple dan aku nggak menggunakan produk skincare lain (contohnya serum/hydrating toner) selain produk Dermies ini selama trial. Tapi aku tetap menggunakan eye cream untuk bagian under eye.
Surprisingly aku cocok banget sama produk dari Dermies, nggak ada efek samping yang buruk seperti break out, purging, dan lain-lainnya. Kulitku sendiri memang agak badak sih dan jarang nggak cocok sama produk skincare apapun.

Namun untuk mencerahkan wajah masih belum terlihat perubahan yang signifikan karena dosis produk dari Dermies ini sendiri tidak terlalu seagresif produk klinik kecantikan lainnya, sehingga masih perlu waktu trial lebih lama lagi. Nanti bakal aku update lagi kondisi kulit aku setelah 2 minggu - 1 bulan menggunakan produk-produk Dermies.

Overall, aku suka banget sesi treatment Bright & Glow yang aku dapatkan di Dermies dan juga produk-produknya. Treatment di Dermies cocok untuk kamu yang nggak punya waktu lama untuk merawat kulit dan ingin serba cepat tapi tentunya dengan hasil yang tetap memuaskan. Suasana kliniknya nyaman meskipun tidak terlalu besar dan kesannya modern.
Selain itu juga, Dermies cocok untuk kamu yang belum pernah mencoba treatment dengan menggunakan krim dokter sebelumnya, karena produk di Dermies tidak memberikan hasil yang instan melainkan dipantau terlebih dahulu perkembangannya secara perlahan sehingga kulit nggak akan kaget dengan dosis produk yang diberikan. Harganya juga termasuk terjangkau jika dibandingkan dengan klinik-klinik lain yang pernah aku datangi.
Aku juga suka banget branding dari Dermies yang cocok untuk anak muda yang aktif dan dinamis!
Kalian sudah pernah mampir juga belum ke Dermies Festival Citylink? Komen di bawah ya!

Get to know more about Dermies
Website
Instagram
Facebook Fanpage


This is a sponsored post

Instagram | Facebook | Twitter

Newer Posts Older Posts Home

ABOUT ME

A beauty enthusiast, copywriter, fanfiction author, and journalist who started blogging since 2016 to share about her beauty journey & passion. Hit me up on akpertiwi@gmail.com!

FOLLOW ME!

Followers

Pageviews

Member Of

Blogger PerempuanImage and video hosting by TinyPic
Komunitas Beauty Blogger & Vlogger

JBB INSIDER

JBB521338-1200-NANO-BLOGGER-BANDUNG

PUREMATES NPURE

ALTHEA ANGELS

Annisa Pertiwi is
Althea Angels
Althea Korea's Beauty Ambassador

Categories

beauty 378 review 225 lifestyle 126 event report 27 health 22 unboxing 16 beauty talks 12 personal 11 fashion 8 food 8 tutorial 8 clinic experience 7 make up tools 3 spa experience 3 tips 3 diet 2 haul 2

Blog Archive

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  January (1)
      • Haircare 1-2-3 Step untuk Rambut Rontok dan Rusak ...
  • ►  2025 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  May (1)
  • ►  2024 (16)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (4)
  • ►  2023 (27)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (3)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
    • ►  January (2)
  • ►  2022 (40)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (6)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (5)
    • ►  May (6)
    • ►  April (3)
    • ►  March (5)
    • ►  February (2)
    • ►  January (5)
  • ►  2021 (46)
    • ►  December (5)
    • ►  November (4)
    • ►  October (5)
    • ►  September (2)
    • ►  August (6)
    • ►  June (7)
    • ►  May (1)
    • ►  April (7)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (5)
  • ►  2020 (37)
    • ►  December (5)
    • ►  November (3)
    • ►  October (5)
    • ►  September (3)
    • ►  August (3)
    • ►  July (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (5)
    • ►  February (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2019 (65)
    • ►  December (8)
    • ►  November (5)
    • ►  October (3)
    • ►  September (10)
    • ►  August (7)
    • ►  July (7)
    • ►  June (4)
    • ►  May (3)
    • ►  April (2)
    • ►  March (8)
    • ►  February (5)
    • ►  January (3)
  • ►  2018 (91)
    • ►  December (9)
    • ►  November (6)
    • ►  October (5)
    • ►  September (13)
    • ►  August (2)
    • ►  July (6)
    • ►  June (9)
    • ►  May (9)
    • ►  April (8)
    • ►  March (11)
    • ►  February (4)
    • ►  January (9)
  • ►  2017 (84)
    • ►  December (8)
    • ►  November (4)
    • ►  October (8)
    • ►  September (11)
    • ►  August (6)
    • ►  July (5)
    • ►  June (7)
    • ►  May (9)
    • ►  April (8)
    • ►  March (5)
    • ►  February (5)
    • ►  January (8)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December (4)
    • ►  November (4)
    • ►  October (6)
    • ►  September (4)
    • ►  August (5)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (4)
  • ►  2015 (6)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)

POPULAR POSTS

  • [REVIEW] Wardah Scentsation Eau de Toilette & Body Mist - Joyful
  • [REVIEW] Nivea Sensational Body Lotion - Vanilla & Almond Oil
  • [REVIEW] Take Me Back to The Sea - Tropical Bali Skincare Sun Kissed Shower Gel and Lotion & Coconut Dry Hair Oil
  • [SPA EXPERIENCE] Nadhira Rumah Lulur MTC Bandung
  • [REVIEW] VEET HAIR REMOVAL CREAM: #RAHASIAMULUS UNTUK TAMPIL CANTIK BEBAS BULU!

akpertiwi

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates